Perbandingan Sertifikat SHM vs Strata Title
Dalam dunia properti, sertifikat kepemilikan memegang peran sangat penting karena menentukan status hukum atas suatu properti. Dua jenis sertifikat yang paling umum dikenal masyarakat Indonesia adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Strata Title. Kedua jenis sertifikat ini memiliki karakteristik, keuntungan, dan keterbatasannya masing-masing. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah tapak atau unit apartemen, memahami perbedaan keduanya sangatlah penting agar tidak salah langkah dalam berinvestasi.
Sertifikat SHM umumnya dimiliki oleh pemilik rumah tapak atau tanah, sementara Strata Title adalah jenis sertifikat yang digunakan untuk properti berbentuk vertikal seperti apartemen. Seiring pertumbuhan hunian vertikal di kota besar dan keterbatasan lahan, banyak masyarakat mulai mempertimbangkan untuk membeli unit apartemen. Oleh karena itu, memahami aspek hukum dan hak kepemilikan menjadi langkah awal yang bijak sebelum melakukan transaksi.
Daftar Isi
Pengertian Sertifikat SHM (Sertifikat Hak Milik)
Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat kepemilikan tertinggi dan terkuat yang berlaku di Indonesia. Pemilik SHM memiliki hak penuh atas tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Tidak hanya berlaku seumur hidup, SHM juga bisa diwariskan dan dijual bebas.
Keunggulan SHM:
- Kepemilikan penuh atas tanah dan bangunan
- Tidak terbatas waktu
- Lebih mudah dijadikan agunan ke bank
- Nilai jual lebih tinggi karena status hukum lebih kuat
Namun, perlu dicatat bahwa SHM umumnya hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Warga Negara Asing (WNA) tidak bisa memiliki SHM, kecuali dalam kondisi sangat terbatas melalui hak pakai.
Pengertian Sertifikat Strata Title
Strata Title adalah sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (sarusun) atau unit dalam bangunan bertingkat seperti apartemen. Dengan Strata Title, Anda hanya memiliki unit apartemen secara eksklusif, sementara bagian lainnya seperti lorong, lift, taman, dan area bersama lainnya dimiliki bersama oleh seluruh pemilik unit dengan sistem pengelolaan bersama.
Ciri khas Strata Title:
- Kepemilikan terbatas hanya pada ruang pribadi (unit)
- Terdapat biaya pemeliharaan (service charge dan sinking fund)
- Memiliki batas waktu tertentu (biasanya 20, 30 atau 50 tahun, tergantung status tanah)
- Harus tunduk pada pengelolaan manajemen apartemen
Perbedaan Utama SHM vs Strata Title

Dalam pembelian unit apartemen, Anda pasti akan berurusan dengan Strata Title. Namun, penting untuk menelusuri legalitas apartemen tersebut, terutama status tanahnya. Jika tanah masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), maka masa berlaku kepemilikan bisa berakhir jika tidak diperpanjang oleh pengelola.
Pertimbangan Sebelum Memilih
1. Tujuan Investasi atau Hunian
Jika Anda mencari properti jangka panjang, SHM mungkin lebih tepat karena tidak memiliki batas waktu. Namun, jika Anda butuh hunian di pusat kota dengan akses mudah, apartemen dengan Strata Title bisa jadi pilihan realistis.
2. Nilai Jual Kembali
Properti dengan SHM umumnya memiliki nilai jual kembali lebih tinggi. Namun, unit apartemen bisa memberikan capital gain jika berada di lokasi strategis dan dikelola dengan baik.
3. Biaya Tambahan
Pemilik unit Strata Title wajib membayar biaya service dan sinking fund. Ini tidak berlaku pada properti dengan SHM. Dalam artikel sebelumnya, kami pernah membahas secara mendalam tentang biaya tambahan saat tinggal di apartemen yang wajib diperhitungkan sebelum membeli.
4. Potensi Penyewaan
Apartemen di lokasi strategis dengan fasilitas lengkap sangat potensial untuk disewakan, terutama kepada pekerja urban, mahasiswa, atau ekspatriat. Hal ini membuat Strata Title menjadi pilihan menarik bagi investor.
Legalitas dan Perpanjangan Hak
Salah satu kekhawatiran umum pada Strata Title adalah batas waktu kepemilikannya. Hal ini sangat tergantung pada status tanah apartemen:
- Jika tanah HGB: hak milik Anda pada unit akan habis jika HGB tidak diperpanjang oleh pengelola/pengembang.
- Jika tanah SHM: Strata Title memiliki posisi hukum lebih kuat karena tanah induk adalah milik pengembang.
Oleh karena itu, selalu tanyakan status tanah sebelum membeli unit apartemen.
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban mutlak karena tergantung pada tujuan Anda:
- Untuk hunian keluarga dan investasi jangka panjang: SHM lebih disarankan.
- Untuk hidup praktis di tengah kota atau investasi sewa jangka pendek: Strata Title adalah pilihan rasional.
Namun, pastikan Anda selalu memeriksa keabsahan dokumen dan reputasi pengembang sebelum mengambil keputusan besar.
Source : properti1.com