Apa Beda Granit dan Keramik? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Kalau kamu lagi renovasi rumah atau baru mau bangun rumah, pasti sempat bingung soal pilihan lantai antara granit atau keramik?
Sekilas memang mirip, tapi sebenarnya dua bahan ini punya banyak perbedaan lho, mulai dari bahan dasar, ketahanan, sampai harga.
Supaya kamu nggak salah pilih, yuk kita bahas tuntas perbedaan granit dan keramik, plus kelebihan dan kekurangannya.
Daftar Isi
Apa Itu Granit dan Keramik?

Granit adalah batu alam yang terbentuk dari proses pendinginan magma di dalam bumi. Karena prosesnya alami, setiap lembar granit punya corak yang unik. Nggak ada dua granit yang benar-benar sama.
Granit juga dikenal sangat kuat dan tahan lama, makanya sering dipakai di rumah mewah atau area dengan lalu-lalang tinggi.
Sementara keramik adalah bahan buatan manusia dari campuran tanah liat dan mineral yang dibakar pada suhu tinggi.
Setelah itu, biasanya dikasih lapisan glasir supaya mengilap dan warnanya tahan lama. Karena bisa diproduksi massal, pilihan warna dan motif keramik jauh lebih banyak daripada granit.
Perbedaan Granit dan Keramik

Dari tabel di atas, bisa kelihatan kalau granit unggul di daya tahan dan terlihat mewah, sementara keramik menang di variasi dan harga yang ramah di kantong.
Kelebihan dan Kekurangan Granit

Kelebihan Granit:
- Tahan lama banget
Karena termasuk batu alam, granit sangat kuat, tahan gores, dan awet hingga bertahun-tahun. - Tampilannya mewah dan natural
Cocok buat kamu yang pengin rumah terlihat elegan dan timeless. - Daya serap air rendah
Granit nggak mudah lembap, makanya sering dipakai di area yang gampang basah, seperti dapur atau teras. - Nggak mudah pudar
Warna dan corak alami granit bisa bertahan lama tanpa perubahan besar.
Kekurangan Granit:
- Harga lumayan tinggi
Baik dari material maupun biaya pasangnya. - Pemasangan lebih sulit
Karena berat dan keras, granit butuh tukang berpengalaman dan alat khusus. - Perawatan lebih ekstra
Kadang perlu disegel ulang biar noda nggak menempel di pori-porinya. - Berat
Kalau dipasang di lantai atas, harus pastikan struktur bangunannya kuat.
Kelebihan dan Kekurangan Keramik
Kelebihan Keramik:
- Harga lebih terjangkau
Pilihan keramik banyak banget, dari yang ekonomis sampai premium. - Bervariasi banget motifnya
Mau motif marmer, kayu, bahkan batu alam pun ada, tinggal pilih sesuai gaya rumah kamu. - Pemasangan cepat dan simpel
Banyak tukang yang sudah terbiasa pasang keramik, jadi prosesnya lebih efisien. - Perawatan mudah
Cukup disapu dan dipel rutin, lantai tetap bersih dan mengilap.
Kekurangan Keramik:
- Lebih mudah retak
Terutama kalau kena beban berat atau pemasangannya kurang rata - Daya serap air lebih tinggi
Kalau dipakai di area lembap, pastikan nat-nya rapat supaya air nggak meresap. - Bisa licin
Apalagi untuk jenis keramik mengkilap, jadi hati-hati kalau di kamar mandi. - Motifnya bisa terkesan “umum”
Karena diproduksi massal, motifnya bisa sama dengan rumah lain.
Perbandingan Harga Granit vs Keramik per m²

Soal harga, ini gambaran umum di pasaran Indonesia (perkiraan ya):
- Granit
Harga granit ukuran 60×60 bisa mulai dari Rp200.000–Rp400.000 per m², tergantung kualitas dan mereknya. Kalau termasuk ongkos pasang, totalnya bisa sampai Rp350.000–Rp450.000 per m². - Keramik
Harga keramik jauh lebih bervariasi, mulai dari Rp40.000–Rp100.000 per m².
Jenis keramik premium atau porselen bisa lebih mahal, tapi tetap lebih murah dari granit.
Mana yang Lebih Baik, Granit atau Keramik?
Jawabannya tergantung kebutuhan kamu. Kalau kamu lebih mementingkan tampilan mewah, keawetan jangka panjang, dan nggak masalah dengan budget lebih tinggi, granit bisa jadi pilihan terbaik.
Tapi kalau kamu ingin lebih hemat, mudah dipasang, dan punya banyak pilihan motif, keramik jelas lebih tepat.
Beberapa orang juga memilih kombinasi keduanya. Misalnya, granit untuk ruang tamu agar terlihat elegan, dan keramik untuk dapur atau kamar mandi supaya lebih mudah dibersihkan.
Jadi, mana pun yang kamu pilih, pastikan sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup kamu.
Source : dekoruma.com