Tips & Trik Mewujudkan Rumah dengan Ramah Lingkungan
Daftar Isi
A. Pengertian Rumah Ramah Lingkungan

Sebuah rumah yang ditumbuhi oleh rerimbunan pepohonan belum berarti layak disebut rumah ramah lingkungan Rumah ramah lingkungan atau eco friendly house adalah terciptanya konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemakain produk konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, berbiaya rendah, serta memperhatikan kesehatan, kenyamanan penghuninya yang semua berpegangan pada berkesinambungan.
B. Ciri-ciri Rumah Ramah Lingkungan

1. Lahan yang Sesuai
Dalam jurnal ESDM, bertajuk Bangunan Ramah Lingkungan, pilihlah lahan yang sesuai dengan peruntukkannya.
Contohnya: Mendirikan bangunan perumahan, maka developer atau pemilik proyek harus mencari lahan yang memang diperuntukkan bagi fungsi perumahan. lahan dalam wilayah kota diatur melalui rencana umum tata ruang kota (RUTK) dan rencana detail tata ruang kota (RDTRK). Selanjutnya pemilihan lahan yang memperhatikan konservasi energi seperti, memperbanyak ruang terbuka hijau (RHT) dan desain arsitektur hemat energi.
2. Desain
Desain rumah ramah lingkungan harus memaksimalkan penggunaan cahaya alami, membuat ventilasi sesuai ketentuan untuk mendapat sirkulasi udara yang baik, dan memanfaatkan cahaya matahari untuk pemanasan.
3. Material Ramah Lingkungan
Anda bisa menggunakan material ramah lingkungan meliputi kayu dari hutan yang dikelola berkelanjutan, bahan daur ulang, dan bahan ramah lingkungan untuk meminimalkan jejak karbon.
4. Pengolahan Limbah
Anda harus membangun sistem pengolahan limbah yang efektif, termasuk limbah dari toilet diolah dengan bio septic tank dan sampah domestik dipisahkan menurut jenisnya.
5. Efisien Energi
Rumah ramah lingkungan menggunakan teknologi dan peralatan hemat energi. Salah satunya menggunakan lampu LED dan perangkat elektronik hemat energi.
Rumah
C. Cara Mewujudkan Rumah Ramah Lingkungan
1. Merancang Ruang Terbuka Hijau

membangun rumah ramah lingkungan adalah menentukan desain rumah itu sendiri, bagaimana penataan ruang, tata letak, bentuk bangunan, dan keselarasan alam maupun lingkungan sekitar. sebuah penelitian, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, alokasikan 30-40 persen dari luas lahan untuk dijadikan ruang terbuka hijau dengan ditanami rumput atau pohon yang mampu mengurangi polusi udara . Ruang terbuka hijau tidak hanya berfungsi untuk menghisap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen, tetapi juga sebagai area resapan air.
2. Membangun Green Roof

Pembuatan taman di atas atap atau green roof menjadi solusi keterbatasan lahan. Fungsi green roof adalah menurunkan suhu panas di dalam rumah.
Jika green roof diterapkan secara luas, akan menigkatkan kualitas lingkungan di kota dan secara tidak langsung mengatasi fenomena urban heat island (fenomena ketika suhu di perkotaan lebih panas dibandingkan suhu di desa sekitarnya).
Konstruksi green roof seperti; lapisan paling bawah water proof membrane berfungsi untuk menutupi keseluruhan permukaan atap dan melindungi efek bocor, drain mat adalah lapisan sebagai tempat bergeraknya aliran air, filter cloth untuk memisahkan lapisan dran mat dengan media pertumbuhan, dan growing media merupakan lapisan tempat pertumbuhan.
3. Membuat Green Wall

Pernah melihat pagar rumah yang dipenuhi tanaman rambat? Itu bukan gulma atau tanaman arambat pengganggu ya. Dinding bangunan atau pagar rumah yang ditumbuhi tanaman rambat berfungsi sebagai penghambat radiasi panas matahari dan menyerap polutan sekaligus penghasil oksigen sehingga juga menyejukkan secara visual. tanaman pada dinding, penggunaan desain knock-down atau menggantungkan pot-pot tanaman seperti tanaman anggrek atau dan sejenisnya termasuk menerapkan sistem green wall.
4. Penggunaan Material Bangunan yang Menunjang Konsep Rumah Ramah Lingkungan

Ketika ingin mewujudkan hunian ramah lingkungan, menggunakan material atau bahan bangunan yang mendukung konsep ramah lingkungan. misalnya pertimbangkan pemilihan rangka atap yang menggunakan material baja ringan daripada kayu, dengan begitu konsumsi kayu untuk kebutuhan rangka atap dapat dikurangi. Kemudian menggunakan marmer dan gipsum untuk menurunkan suhu ruangan sehingga ruangan terasa lebih sejuk dan dingin tanpa penggunaan pendingin udara (AC).
5. Maksimalkan Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Alami

mendesain bukaan atau ventilasi yang tepat untuk sirkulasi udara agar mendapatkan pasokan udara bersih. Rumah dengan sirkulasi udara yang baik meningkatkan kualitas kesehatan penghuni. memperhatikan sirkulasi udara, Anda perlu menkonsep rumah degan desain sedemikian rupa supaya sinar matahari dapat menjadi cahaya matahari sebagai penerangan alami tapi tidak terik.
6. Efisiensi Penggunaan Listrik

Listrik menjadi kebutuhan vital setiap rumah berpenghuni. Namun Anda perlu menggunakan listrik dengan bijak, pilihlah alat-alat listrik yang mempunyai daya watt rendah. Pemborosan energi listrik untuk menyalakan lampu dan pendingin ruangan dapat dikurangi jika rumah didesain secara tepat. bisa menggunakan sumber energi listrik alternatif, seperti kincir angin, tenga surya, dan sebagainya.
7. Sistem Sanitasi

Sistem sanitasi yang buruk mengakibatkan dampak negatif yang membahayakan untuk kesehatan penghuni dan kelestarian lingkungan sekitar. Idealnya, sebuah rumah harus memiliki sistem saluran air bersih, air kotor, dan air limbah (tinja) dibuat terpisah dan memenuhi persayaratan berlaku yang telah ditentukan pemerintah. Penggunaan sumber air bersih dengan bantuan pompa lalu dialirkan ke tangki air terlebih dahulu kemudian dialirkan ke saluran air bersih untuk keperluan rumah tangga. penggunaan tangki air sebagai penampungan air bersih akan menghemat listrik akibat penggunaan pompa listrik untuk menyedot air. Kemudian air bekas mandi, air bekas cuci harus melalui dinetralisasi dan diresapkan secara alami dalam sumur resapan air dilengkapi filter alami untuk mencegah pencemaran.
Source : https://pennyu.co.id/blog/tips-trik/rumah-ramah-lingkungan