10 Rekomendasi Desain Interior Rumah Untuk Para Millenials
Membeli rumah memang bertujuan sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Namun kenyamanan dan nilai estetika pun juga menjadi suatu kebutuhan dimasa sekarang. Kenyamanan dan nilai estetika ini bisa diwujudkan dengan cara memilih desain interior rumah yang sesuai dengan ukuran rumah.
Banyaknya para millenials yang saat ini membeli rumah dan tak lupa mementingkan ke estetikaan desain interiornya. Jika kamu para millenials memiliki dana lebih untuk menyewa jasa desainer interior, urusan menentukan desain interior rumah tentu menjadi lebih mudah. Tapi, bagaimana jika tidak ingin menggunakan jasa desainer interior? Tenang, kamu bisa menerapkan sendiri poin-poin utama dari desain interior rumah yang ingin digunakan.
1. Skandinavia
Skandinavia Identik dengan warna-warna pastel yang lembut dan warna cokelat muda, dinding putih, palet warna netral, serta aksen warna yang berani di setiap sisinya, interior Skandinavia digemari oleh mereka yang menyukai kesan estetik tanpa banyak detil dan dekorasi.
Populer di negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia yang sangat kental dengan desain interior Skandinavia. Interior Skandinavia juga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat Skandinavia yang menyukai suasana alami atau natural. Interior ini juga bisa dibilang cukup ramah lingkungan.
2. Modern
Desain interior modern memungkinkan kita untuk memiliki hunian dengan ruang terbuka yang minim sekat. Desain interior modern juga memiliki konsep penggunaan furnitur modern dan dekorasi yang minimal, namun sangat fungsional.
Selain itu, konsep ini juga dirancang dengan desain yang memiliki akses untuk mendatangkan cahaya alami, serta dapat menciptakan suasana yang dekat dekat alam. Satu hal yang khas dari desain interior modern adalah konsep ‘Less is More’, karena semua unsur di dalamnya kembali pada hal-hal yang bersifat basic dan dapat menciptakan ketenangan dan kebahagiaan bagi penghuninya.
4. Vintage
Desain interior rumah vintage seringkali dikaitkan dengan perempuan karena tampilannya yang cantik dan manis. Desain interior rumah vintage ini didominasi dengan warna lembut seperti putih, hijau muda, abu-abu muda, pink pastel, dan kuning muda. Untuk motifnya, desain interior ini didominasi oleh bunga-bunga berukuran kecil yang diterapkan pada sarung bantal atau bahan pelapis sofa.
Sedangkan furnitur yang biasa dipakai saat menata ruang tamu vintage, misalnya, biasa menggunakan material kayu yang catnya sedikit terkelupas sehingga meninggalkan kesan zaman dulu.
5. Shabby Chic
Desain Shabby Chic menyajikan suasana lembut dan feminin yang membedakan tampilan ini dari gaya vintage lainnya. Tidak heran jika penggemar dari gaya desain ini kebanyakan adalah perempuan. Gaya ini adalah cara dekorasi unik yang romantis. Desain interior Shabby Chic memakai pilihan dari furnitur yang sudah terlihat tua dan terlihat tanda-tanda pemakaiannya serta aksesoris interior yang feminin.
Gaya ini pertama kali berkembang di Inggris dan membangkitkan kembali jenis dekorasi yang sering ditemukan di rumah-rumah pedesaan, yang biasanya menggunakan sofa tua usang, tirai dan cat yang sudah lama. Hasil yang ingin dicapai dari desain Shabby Chic adalah efek kesuluruhan yang elegan. Daur ulang furnitur tua dan kain-kain lama merupakan aspek penting dari tampilan ini. Interior dari Shabby Chic sendiri dianggap sebagai karya seni.
6. Bohemian
Gaya bohemian hadir karena ketidakteraturan dan ketidakpastian. Semua dibuat dengan spontan dan memanfaatkan apa saja benda yang ada. Namun, ada fitur-fitur khas pada gaya bohemian. Gaya bohemian adalah gaya yang penuh warna dan bercampur antara gaya etnik, hippies dan juga vintage.
Jauh dari kesan mewah dan mahal. Gaya bohemian kerap mengkolaborasikan benda atau furnitur yang cenderung murah. Gaya ini juga sering menggunakan barang sehari-hari sebagai salah satu dekorasi rumah, misalnya toples bekas, kardus bekas, tutup botol, paper craft, dan benda-benda lain yang dikumpulkan dan dibentuk hingga menciptakan nilai estetis yang terlihat chic dan cantik.
7. Kontemporer
Gaya desain kontemporer merupakan bentuk modernisasi baru yang lepas dari aturan-aturan dari gaya desain konvensional yang tradisional dan tak terikat batas-batas desain tertentu. Dengan pengembangan yang sangat dinamis dan bebas, bukan berarti kamu tak bisa mengenali gaya desain kontemporer pada interior dan arsitektur.
Elemen-elemen yang sering digunakan adalah bahan sutra, beludru, linen, dan wol untuk sejumlah dekorasi seperti bantal atau bed cover, serta baja dan krom untuk dekorasi seperti lampu, hiasan dinding, atau meja.
8. Industrial
Gaya industrial biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Beberapa material yang digunakan juga cenderung kasar seperti logam dan baja yang sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya. Material yang digunakan juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi, dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.
Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.
9. Minimalis
Desain interior rumah minimalis adalah desain interior paling populer di kalangan masyarakat modern yang memiliki hunian mungil dan menginginkan gaya sederhana. Desain interior rumah minimalis identik dengan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, dan hitam.
Furnitur yang digunakan memiliki garis bersih dan bentuk yang sederhana seperti kotak dan bulat seperti pada sofa minimalis dan meja. Rumah dengan interior minimalis ini juga tidak memiliki banyak dekorasi di setiap sudutnya.
10. Nautical
Suasana nautical atau yang disebut juga sebagai coastal mengingatkan kita kepada pemandangan tepi pantai yang selalu bisa membangkitkan semangat. Kehidupan pesisir biasanya identik dengan kenyamanan dan santai. Interior dalam gaya ini ingin mencerminkan suasana tersebut. Interior ruangan didesain dengan sederhana dan santai, dilengkapi dengan material dan furnitur yang tidak berlebihan.
Warna biru cerah yang dipadukan dengan warna putih, motif garis, rotan, dan kain kanvas dapat membawa suasana dengan nuansa pantai ke dalam rumah Anda. Rumah dapat tampil berbeda dan terlihat lebih segar dengan adanya unsur yang cerah. Aksen pantai seperti kerang, karang, dan binatang laut lainnya dapat menjadi pilihan untuk hiasan rumah dengan penempatan yang tepat.
Source : premiumoneproperty.co.id